by

MAKI: Kondisi Pos Indonesia Megap-Megap Kok ada Bancakan

-Ekonomi-310 views

Jakarta – PT Pos Indonesia bakal dilaporkan ke Kejaksaan Agung oleh Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI). Pasalnya, ada dugaan aset BUMN tersebut telah dijadikan bancakan oleh jajaran direksi dan komisarisnya.

“Kami mendapat laporan dari Serikat Pekerja perusahaan tersebut bahwa jajaran direksi dan komisaris bagi-bagi bonus senilai Rp 5 Milyar. Padahal saat ini perusahaan dalam kondisi rugi,” tegas Koordinator MAKI Boyamin Saiman, seperti yang dilansir Poskota Cetak, kemarin.

Menurut Boyamin, tidak seharusnya jajaran direksi dan Komisaris bagi-bagi Tantiem (bonus) demikian besar disaat perusahaan merugi. Sebab, jika hal itu dilakukan berarti mereka telah menggunakan aset perusahaan untuk dijadikan bancakan.

“Ini sama saja mereka telah melakukan korupsi secara bersama-sama. Padahal kondisi PT Pos Indonesia tengah megap-megap,” bebernya.

Lebih lanjut, Boyamin mendesak kepada pihak Kejaksaan Agung segera menindaklanjuti laporannya. Sebab tindakan tersebut sangat merugikan uang negara.

Sementara itu, Kuasa Hukum SPPI Husendro berharap agar 6 orang Pengurus Serikat Pekerja Pos Indonesia (SPPI) di PHK secara sepihak oleh Direksi PT Pos Indonesia bisa dipekerjakan kembali di PT Pos Indonesia.

“Karena itu kami berharap agar mereka dapat dipekerjakan kembali di PT Pos Indonesia,” jelasnya.

Presiden Aspek (Asosiasi Serikat Pekerja) Indonesia Mirah Sumirat mengaku siap mendukung penuh perjuangan SPPI untuk melawan kedzaliman.

“Teman-teman Serikat Pekerja Pos Indonesia jangan mundur. Kalian sudah telanjur basah memperjuangkan ini,” kata Mirah.

Mirah menegaskan pihaknya dengan segala potensi yang ada akan membantu SPPI, karena kasus ini akan menjadi model dalam perjuangan pemenuhan hak karyawan di lingkungan perusahaan-perusahaan BUMN.

“Jika dibutuhkan Aspek Indonesia akan mengerahkan jutaan anggotanya untuk turun ke jalan menyuarakan keadilan ini,” tandasnya.

Comment

News Feed