Zaadit, What’s Next?

Jakarta – Sekjen ILUNI UI Achmad Nur Hidayat memberikan pertanyaan sederhana setelah munculnya tentang pahlawan muda (Newbie’s hero) saat dies natalies UI Jumat kemarin.

“Selanjutnya apa?,” kata Hidayat, hari ini.

Menurutnya, dunia sosial media adalah dunia pertempuran. Mereka sedang reposisi agar gerakan kartu kuning ini dibesarkan atau dikecilkan. Pertempurannya terlihat dengan jelas disana. Sementara itu, kata dia, oendukung rezim bekerja menggiring bahwa Zadit adalah kader PKS yang tindak tanduknya disetir oleh DPP.

“Memunculkan isu bahwa PKS adalah korupsi dan dekat dengan penipuan atas nama agama. Akhirnya menyusun sebuah kesimpulan Zadit tidak layak didukung lagi. Zadit berkembang dan menari mundur,” bebernya.

Sementara pendukung Zadit lama kelamaan kehabisan peluru karena eforia keberanian Zadit lama kelamaan menjenuhkan juga. Zadit digiring kepada isu kecil dari sekian banyak isu yakni Asmat.

“Toh pendukung Zadit ini adalah penikmat fasilitas modern yang jauh dari keseharian Asmat,” katanya.

Hidayat mengatakan Presiden akhirnya menantangnya untuk ke Asmat dengan harapan adalah Zadit setuju bahwa pemerintah belum berbuat signifikan di sana dan perlu ide kreatif dari Newbie’s hero tersebut.

“Akhirnya jebakan batmennya adalah Zadit trademark adalah Asmat. Padahal kapasitas seorang aktivis itu bukan sekedar Asmat tapi pergantian pemerintahan,” sebutnya.

“Pertanyaannya adalah apakah Zadit dapat berselancar dengan kekreatifan untuk berhadapan langsung face to face dengan rezim atau Zadit adalah Asmat yang mengambil isu kecil dan kemudian satu tahun kemudian digantikan penerusnya hasil pemira. Dikecilkan dan hilang,” jelasnya.

Ketua BEM UI Zaadit TaqwaMasih kata Hidayat, kapasitas seorang Zadit tentu tidak bisa menjawab pertanyaan besar tersebut.

“Karena dia masih tersudut sendiri tanpa kekuatan kecuali dia lantang memimpin gerakan ini, merajut dan menghimpun kekuatan yang berserak kemudian lantang berkata: aku tidak takut apapun kecuali hanya pada tuhan!!!,” pungkasnya.