by

Amalkan Pancasila dengan Jaga Persatuan antar Mahasiswa

JAKARTA – Koordinator Daerah (Korda) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) DKI Jakarta La Ode Karsim menyerukan kepada seluruh pemuda khususnya Mahasiswa untuk terus mensosialisasikan Pancasila ke seluruh kampus masing-masing.

“Kita tahun betul bagaimana kondisi bangsa kita anak muda untuk mensosialisasikan Pancasila di kampus-kampus,” kata Karsim dalam sebuah diskusi publik di gedung KNPI DKI Jakarta, Rawamangun, Jakarta Timur, Minggu (21/1/2018).

Ia menilai hal itu sudah menjadi kewajiban bagi seluruh Mahasiswa untuk menanamkan Pancasila di seluruh civitas akademika di kampus mereka.

“Jadi ini tugas dan tanggungjawab teman-teman dalam mengamalkan Pancasila,” ujarnya.

Pancasila menurutnya adalah ujung tombak dalam persatuan dan kesatuan antar sesama bangsa Indonesia. Jika Pancasila tidak diamalkan oleh para Mahasiswa, maka potensi perpecahan antar sesama mudah sekali terjadi.

“Bagaimana kita menjaga kebersamaan antar sesama di kalangan kampus. Kalau tidak, ini akan menjadi perang saudara di internal kampus. Makanya kita harus menjaga semangat Pancasila,” tegasnya.

Kemudian Karsim juga mengingatkan kepada seluruh Mahasiswa untuk terus menjaga wibawa bangsa Indonesia dengan berbagai hal. Baik dalam menjaga ideologi bangsa termasuk juga ikut memajukan bangsa dan negara melalui sektor perekonomian. Salah satu yang disebutkannya adalah dengan menghadirkan berbagai startup yang dapat membantu ruang gerak ekonomi kreatif.

“Kritik bagi anak muda sekarang, bahwa startup pertama muncul dari China kemudian baru merebak di Indonesia. dan kita juga ada Gojek sekarang. Dan di KNPI juga banyak kader-kader hebat yang juga punya startup,” terangnya.

Jika pemuda dan Mahasiswanya kuat, ia yakin bangsa Indonesia akan maju. Bahkan Karsim pun mengutip kalimat dari BJ Habibie yang menyatakan bahwa Indonesia akan dibangun oleh bangsanya sendiri.

“Saya kutip kalimat mantan Presiden kita Bapak BJ Habibie. Beliau mengatakan bahwa hanya anak muda Indonesia sendiri yang bisa membangun Indonesia, tidak mungkin anak muda bangsa lain,” tuturnya.

“Kita punya tugas untuk menjaga wibawa bangsa kita, tidak mungkin bangsa lain yang merawat nasionalisme kita. Inilah tantangan kita untuk menjaga semangat nasionalisme. Kalau sesama kita aja perang, gimana kita mau menjaganya,” tutup Karsim. (ibn)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed