by

Kontras Soroti Perang Bintang TNI Polri di Pilkada Serentak 2018

-Polhukam-375 views

Jakarta – Kontras bersama organisasi sipil lainnya Perludem, YLBHI, Imparsial dan Elsam mendesak agar Jenderal TNI dan Polri yang ikut mencalonkan diri di Pilkada Serentak 2018 untuk segera mengundurkan diri dari institusinya.

Koordinator Kontras Yati Andriyani menyoroti bahwa pada tahun politik 2018 ini, muncul fenomena sejumlah Jenderal aktif dari TNI/Polri maju dalam pencalonan Kepala Daerah di beberapa wilayah. Menurut dia, tidak dibenarkan mereka berpolitik jika belum resmi mengundurkan diri.

“Jenderal aktif TNI dan Polri tidak dibenarkan ikut berpolitik, jika belum mengundurkan diri. Dalam UU nya mengatur hal tersebut,” tegas Yati dalam jumpa persnya di kantor Kontras hari ini.

Menurut Yati, peristiwa ini sangat berbahaya karena menyangkut netralitas dan profesional TNI-Polri yang selama ini dijaga setelah agenda reformasi. Kata dia, ketika kandidat dari TNI Polri itu masih aktif maka berpotensi memakai sumber dayanya dari institusinya tersebut. Sehingga, lanjut Yati, sangat mengganggu demokrasi dan agenda hukum.

“Ini ada kelemahan sipil khususnya parpol yang justru meminang TNI-Polri yang msh aktif. Harusnya beri jalan terlebih dulu jalan untuk kader militannya. Ini sama saja buka lagi keran dengan membawa TNI-Polri aktif berpolitik,” sebutnya.

Dia menghkawatirkan nantinya jika TNI-Polri yang jelas memiliki jiwa korsa bisa berpotensi penyalahgunaan dan sangat mungkin terjadi, meski mengundurkan diri. Katanya, pengaruh-pengaruh dan kekuasaannya yang pernah mereka miliki akan digunakan secara terbuka maupun diam-diam.

“Kami mendesak secara sungguh-sungguh agar mendesak calon kepala daerah yang berasal dari TNI Polri untuk mengundurkan diri terlebih dulum Kapolri dan Panglima TNI juga harus memastikan agar calonnya dr TNI Polri tidak menggunakan jejaring sumber daya ini dalam Pilkada. Jiwa korsa mereka sangat kuat sekali,” pungkasnya.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed