Presidium Alumni 212 Harus Lakukan Transparansi Anggaran

JAKARTA – Pengamat politik senior, Karyono Wibowo menilai seharusnya umat Islam kritis terhadap penggalangan massa yang dilakukan oleh Presidium Alumni 212 pimpinan Slamet Maarif. Ia mengatakan jika persoalan transparansi anggaran terkait dengan kegiatan yang mereka lakukan ternyata dianggap perlu dilakukan.

“Soal transparansi anggaran di gerakan Alumni 212 itu sangat penting, tentunya agar tidak ada dusta di antara kita,” kata Karyono di Jakarta Pusat, Sabtu (2/12/2017).

Keterbukaan informasi penggalangan dana baik sumber dana dan pembelanjaannya juga perlu dibuka karena menyangkut dana ummat. Walaupun hal ini menjadi domain ummat sendiri, namun Karyono memandang hal ini penting agar bisa memperjelas jika gerakan Presidium Alumni 212 tersebut murni gerakan ummat, bukan merupakan agenda yang ditunggangi oleh kekuatan modal atau pemain politik tertentu.

Namun jika tidak jujur dalam alokasi dana kegiatan Presidium Alumni 212, Karyono memandang para petinggi Presidium Alumni 212 tak pantas dipanggil Ustadz atau Ulama.

“Kalau tidak jujur, maka sudah dong jangan ngaku sebagai pemimpin, sebagai ulama. (Transparansi) itu harus dilakukan, dari mana sumber dananya. yang saya catat alasan-alasan mereka ketika ditanya, jawabannya standar, ini adalah gotong royong, partisipasi ummat, mungkin jawaban itu jawab yang benar, masalahnya meskipun juga ada konglomerat (pemodal) yang sumbang dalam bentuk besar, itu kan sama saja partisipasi ummat. Asumsi awam kan gotong royong dari tukang sayur, tukang ojek, dan sebagainya tapi enggak mikir ada bohir besar,” tukasnya.