Reklamasi adalah Kejahatan, Hasil Kolaborasi Penguasa dan Pengusaha Taipan Harus Dilawan!

Jakarta – Herry Hernawan, Alumni UI, Presidium Forum Alumni Perguruan Tinggi Seluruh Indonesia (PETISI) Tolak Reklamasi mengatakan Reklamasi merupakan kebijakan yang menabrak aturan.

Karena izin pelaksanaannya tidak ada Perda Zonasi dan tidak ada rekomendasi dari Kementerian Kelautan. Sudah jelas, reklamasi adalah hasil kongkalingkong penguasa dan pengusaha.

Keliru bila Jokowi dapat berlepas tangan dari Reklamasi. Bahwa fakta menunjukkan Jokowi selaku Gubernur Jakarta telah membuka ruang melalui Pergub Nomor 146 Tahun 2014 tentang perizinan reklamasi dengan konsep 17 Pulau. Dalam lampiran Pergub tersebut dibuatkan peta detail dengan 17 pulau.

Padahal awal Keppres Nomor 52 tahun 1995 reklamasi adalah hanya proyek perluasan pantai sampai kedalaman 8 meter. Kemudian Gubernur Jakarta Fauzi bowo pada tahun 2012 melengkapi pembuatan pulau namun masih abstrak dan Jokowi selaku Gubernur melakukan inisiatif memperjelas 17 pulau dan Ahok yang membagi-bagikannya di kalangan developer (baca: pengusaha taifan). Ini fakta bahwa Jokowi beserta Ahok terlibat dalam kongkalikong reklamasi.

Aktivis UI lain yang hadir dalam acara deklarasi Alumni Tolak Perguruan Tinggi adalah Salim Hutadjulu, Hidayat Matnur (Sekjen ILUNI UI), Sofyan Soemantri, Buyung.

Mereka bersama Alumni dari berbagai perguruan tinggi ITB, UI, ITS, IPB, UGM, UNPAD, UNPAR, UB, UNHAS, UNISBA, UII, UNAND, UNTAD berkumpul di Muara Kamal mendeklarasikan Forum Alumni Perguruan Tinggi Seluruh Indonesia (PETISI) Tolak Reklamasi.