LBH Jakarta Apresiasi Peran Paralegal dalam Selesaikan Kasus

Jakarta РDi mata hukum semua orang memiliki kedudukan sama. Keadilan menjadi bagian dari hak asasi manusia (HAM). Namun kenyataannya, penegakan hukum dan keadilan di Indonesia ini seperti berada di jurang keterpurukan. Orang miskin sulit mendapatkan keadilan, sedangkan yang kaya mendapatkan kemewahan.

Direktur Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta, Alghiffari Aqsa pun mengapresiasi dengan paralegal yang dinilai mampu menjadi aktor dalam akses keadilan, bahkan melakukan pendampingan hukum dan menyelesaikan kasus.

“Masyarat kini berperan aktif, dan paralegal dalam mendampingi kasus telah berhasil. Kadang juga melampaui kami,” ungkap Alghif.

Hal itu dikemukakan saat acara temu organisasi bantuan hukum se Jabodetabek bertema “Mengelola organisasi bantuan hukum yang berkualitas untuk mewujudkan akses keadilan bagi masyarakat miskin dan kelompok rentan” di Hotel Alia Cikini, Menteng, Selasa (7/11).

Dia mencontohkan keberhasilan paralegal dalam mendampingi suatu kasus yakni saat membebaskan tiga anak yang salah tangkap beberapa waktu lalu. Alghif memuji cara-cara yang dilakukan paralegal yang dianggap piawai dalam berkomunikasi baik dengan Kepolisian, RT, Lurah maupun warga setempat disekitar lingkungannya.

“Dan ini berhasil sehingga bisa buktikan bahwa 3 anak yang salah tangkap itu bukanlah pelaku dan akhirnya bebas,” sebutnya.

Dia pun menyakini jika akses mayarakat terhadap bantuan hukum dibuka yang tadinya pasif, kini bisa aktif dan mandiri dalam melakukan pendampingi atau bantuan hukum jika memiliki pengetahuan cukup. Disini, masyarakat bisa menjadi aktor-aktor dalam perubahan kebijakan jika aparatur membangkang terhadap hukum. Program pralegal untuk masyarakat, komunitas maupun ormas dianggap mampu untuk menyelesaikan problem yang dihadapi dilingkungannya.

“Melibatkan masyarakat yang tadinya pasif kini bisa aktif dan masuk pada bagian bantuan hukum struktural sehingga bisa untuk bergabung dan menyelesaikan perannya,” pungkasnya.