by

Kobar: Darah PKI Tutup Buku Saja Jangan Manas-Manasin Rakyat

Jakarta – Komando Barisan Rakyat (Kobar) secara pribadi tetap menyatakan menolak kebangkitan komunis dan menolak Perppu ormas yang kini menjadi pro dan kontra.

“Itu harus diberikan penjelasan kepada masyarakat dan pemerintah haruslah mencabutnya. Sosialisasikan dulu itu harusnya,” ungkap Ketua Umum Kobar Rizal Ijal, saat dikonfirmasi kemarin.

Selain itu, dia menilai hal yang wajar terkait fenomena pro dan kontra Nobar G30SPKI, namun masyarakat sendirilah yang bisa menilai fakta dan sejarah sesungguhnya.

“Saya rasa sah-sah saja Nobar itu tidak bisa disalahkan. Itu fakta sejarah biarkan masyarakat yang menilainya,” kata dia.

Kendati demikian, lanjut Rizal, dia tak mempersilahlan upaya pemerintah untuk merevisi film G30SPKI tapi tidak merubah pada fakta sejarah sebab rakyatlah sudah semakin cerdas melihat faktanya.

“Film direvisi silahkan saja tapi jangan merubah sejarah dn rakyat lebih tahu dan lebih cerdaslah melihat faktanya. Pemerintah silahkan saja revisi dan toh waktu pembuatannya itu juga tidak ada intervensi,” ucapnya.

Dia berpesan agar tidak melihat peristiwa 65 nya saja tapi kaji juga ada pemberontakan di Madiun disana ada pembantaian ulama dan mereka (PKI) harus melihat itu apalagi 65 nya.

“Jenderal aja dibunuh apalagi rakyat,” bebernya.

Rizal menambahkan yang mendengungkan pertama itu kan mereka (PKI) dan yang meminta maaf kan pihak mereka sudah ngotot terlebih dulu.

“Kita tawadu aj tidak ada donk teorinya pemerintah minta maaf kepada partai komunis yang melakukan pembunuhan dan pemberontakan. Ini suatu cara yang aneh dan tolong sampaikan kepada orang-orang PKI,” tuturnya.

Rizal mengingatkan agar darah-darah PKI tidak membuat keruh dan manas-manasin masyarakat apalagi menantang untuk menghindari amuk massa.

“Jangan buat air keruh diair yang tenang. Sudahlah PKI tutup buku jangan manas-manasin rakyat yang akhirnya timbul untuk marah,” tandasnya.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed