by

Studi Banding UBK di Kediaman Prabowo Dinilai Bernuansa Politis, Ingat “Jas Merah”

Jakarta – Akitivis Mahasiswa Universitas Bung Karno, Chairullah Talaohu mengaku kaget dengan polemik yang terjadi antara aktivis Himapol UBK Irwan Nehe dengan Ketua BEM FH UBK Demisioner, Epinitus Fina terkait studi banding dan kunjungan Universitas Bung Karno (UBK) di kediaman Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto, di Hambalang Jawa Barat, Minggu (13/8) kemarin.

Chairullah pun ikut spontan menyoroti fenomena tersebut. Dia menilai studi banding tersebut jelas-jelas tak sesuai dengan prinsip ajaran Bung Karno yang salah satunya adalah Jas Merah (Jangan sekali sekali melupakan sejarah).

“Hal yang perlu dicatat, pertama adalah Prabowo merupakan musuh dari aktivis mahasiswa, terlihat dugaan pelanggaran HAM masa lalu serta dugaan keterlibatanya pada penculikan-penculikan aktivis mahasiswa,” ungkap Chairullah hari ini.

Bahkan, kata dia, dari hasil penelusuran informasi yang didapatnya terkait studi banding tersebut memang disinyalir menghadirkan aroma-aroma politik yang telah dilakukan UBK dan Prabowo Subianto.

Dia mengingatkan agar Demisoner Ketua BEM FH UBK itu bisa legowo menerima kenyataan tersebut. Sebab, apa yang disampaikan Himapol bahwa dalam pertemuan itu ada aroma politik kemungkinan ada benarnya.

Mahasiswa UBK Tenteng Oleh-oleh Gerindra Prabowo“Saya katakan patut diduga adanya deal-deal an politik menjelang Pemilu 2019, karena dilihat dari tas yang dibawa salah satu peserta studi banding di Hambalang terdapat logo dari partai Gerindra,” ucap dia.

Lebih jauh, Chairullah mengharapkan agar UBK bisa menghargai prinsip kampus yang mengenal akan demokrasi mahasiswanya.

“Sekali lagi saya tegaskan jangan pernah melupakan sejarah,” tandasnya.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed