by

Mahasiswa: Mau Jadi Apa Negeri Ini, Belum Jadi Pemimpin Sudah Mengancam !! Segera Jemput Paksa Hary Tanoe

Jakarta – Sentral Kajian Strategis Mahasiswa (SKS-M) menyambangi Gedung Bareskrim Mabes Polri di Jakarta Pusat, Selasa (4/7).

Kedatangan mereka menyikapi mangkirnya Bos PT Media Nusantara Citra (MNC) Hary Tanoesoedibjo yang harusnya menghadiri pemeriksaan sebagai tersangka kasus dugaan ancaman lewat pesan singkat (SMS) terhadap Kepala Subdirektorat Penyidik Jaksa Agung Muda Pidana Khusus Yulianto yang diagendakan hari ini, Selasa (4/7).

“Kami menganggap Hary Tanoe telah melecehkan prosedur hukum yang ada,” tegas Kordinator lapangan Chairullah Talaohu saat berorasi.

Oleh karenanya, pria yang akrab disapa Hayum ini pun mendesak penyidik Polri untuk menjemput paksa Hary Tanoe dan menghadapi perkara tersebut.

“Penyidik Polri jangan ragu, jemput paksa segera Hary Tanoe. Jika sudah terbukti jebloskan dia ke penjara,” tuturnya.

Dia mengingatkan kepada Polri untuk menerapkan equality before the law, jadi Hary Tanoe bukanlah manusia yang kebal hukum. Polri jangan segan-segan untuk menahannya.

“Ini sudah menciderai demokrasi, belum jadi pemimpin negara saja sudah berani mengancam. Apalagi sudah menjabat, mau jadi apa negeri ini. Jangan takut, jangan lihat siapa Harry Tanoe, kalau memang salah, tangkap saja,” bebernya.

Lebih jauh, Hayum juga menyerukan kepada masyarakat di Indonesia untuk tidak memilih Perindo jika lolos dalam verifikasi faktual oleh KPU RI nanti.

“Kita akan boikot Perindo, agar tidak masuk ke Senayan. Apalagi Hary Tanoe,” tandasnya.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

1 comment

News Feed