Dibalik Kasus Ahok, NII Ingatkan HMI untuk Tak Terjebak Kelompok Pencari Proyek

Jakarta – Presidium Nusa Ina Institute (NII) Abdullah Kelrey menyerukan agar untuk tidak terus-terusan menjadikan kasus dugaan penistaan agama dengan tersangka Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) untuk dijadikan pintu masuk menuju deal-dealan jatah proyek.

“Kasus penistaan agama agar segera di stop. Jangan jadikan sebagai pintu masuk untuk deal-dealan jatah proyek. Saya tahu pengusaha yang main dengan kelompok Islam cecemeo yang mengatasnamakan Agama itu,” tegas Kelrey, Selasa (22/11/2016).

Lebih lanjut, Kelrey mengingatkan agar Kepala pejabat negara baik yang masih menjabat maupun sudah selesai menjabat bahwa negara Indonesia ini bukan milik kelompok kecil dan pengusaha melainkan milik semua warga negara Indonesia. Dia mensinyalir ada guyuran anggaran segar dari pengusaha asal Papua, pengusaha asal Sumatera, dan yang memegang kendali remote kontrol tersebut adalah big bos dari tanah Jawa, yang memiliki akses ke Amerika Serikat sangat kuat.

“Untuk itu saya sarankan kepada aktivis, pemuda dan mahasiswa yang pintar alias kutu buku agar sadar. Jangan sampe kawan-kawan di jadi kan sebagai tumbal untuk kepentingan kelompok itu,” sesal dia.

Khususnya, kata Kelrey adalah aktivis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI). Dia kembali mengingatkan bahwa musuh HmI hanya satu yaitu PKI, kalau soal isu gorong-gorong yang kini di mainkan oleh kelompok yang mengatasnamakan agama ini adalah kecil dan tidak ada manfaat untuk umat.

“Sedangkan kelompok elit yang kini berselancar. Kalian jangan merusak tatanan bangsa ini dengan kepentingan kalian, kalau tidak dapat proyek dan orang tidak percaya kalian segera evaluasi diri,” tandasnya.