Otomatisasi Jalan Tol, Presiden Buruh: Insting Krisis Pemerintah Jokowi Sudah Tumpul

Jakarta – Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) dan ASPEK Indonesia mengecam kebijakan otomatisasi jalan tol yang berdampak pada PHK puluhan ribu pekerja jalan tol.

Selain itu, mereka mendesak Presiden Jokowi untuk menghentikan Gerakan Nasional Non Tunai (GNNT) yang dicanangkan oleh Bank Indonesia.

“Hentikan pembangunan 100 % gardu tol otomatis (GTO) yang saat ini semakin gencar dilakukan oleh PT Jasa Marga dan perusahaan jalan tol lainnya,” ungkap Presiden Aspek Indonesia Mirah Sumirat saat jumpa pers di LBH Jakarta, hari ini.

Lebih lanjut, Presiden KSPI Said Iqbal mengancam akan terus melakukan perlawanan dengan membuat kampanye terhadap perlawanan otomatisasi gerbang tol yang berdampak pada puluhan ribu pekerja tol. Dia menilai insting krisis dari pemerintah itu sudah tumpul tidak mengerti kondisi perekonomian rakyat.

“Otomatisasi gerbang tol ini adalah pasti bukan lagi retorika. Pasti akan melakukan PHK hanya masalah waktu saja,” ujarnya.

Dia menuding Presiden hanya beretorika tentang mengatasi masalah PHK. KSPI menyatakan akan menolak otomatisasi gerbang tol dengan cara aksi-aksi. Aksi keras tidak hanya menutup jalan tol dan bisa saja kita melakukan tidak memberikan pelayanan.

“Diseluruh Indonesia kita akan galang solidaritas aksi. Langkah hukum juga akan kita lakukan dengan PTUN dan akan Judicial Review soal kebijakan merugikan tersebut. Di dunia Internasional juga akan melakukan kampanye,” bebernya.

Lebih jauh, Iqbal menegaskan pihaknya menolak tarif tol yang sewenang-wenang tanpa persetujuan DPR. Padahal, kata dia, tol masih belum memperbaiki pelayanan namun sudah kesewenang-wenangan yang bermental kompeni.

“Mimbar rakyat juga akan kita gelar bekerjasama dengan YLKI,” tandasnya.