Gelar Aksi 1000 Lilin depan Istana, Cipayung Plus DKI: Musuh Kita Bukan Perbedaan Tapi Koruptor !!

Jakarta – Kelompok Cipayung Plus DKI Jakarta menggelar aksi damai 1.000 lilin di Taman Pandang Istana Negara, Jumat (25/8/2017).

Mereka mendukung Presiden Jokowi untuk memberantas mafia hukum dan politik di RI serta mendukung Polri dalam upaya menjaga keutuhan bangsa dan negara.

“Aksi 1000 lilin ini merupakan sebuah ajakan dan dorongan untuk kembali kepada sejarah perjuangan Indonesia merdeka untuk meraih cita-cita Indonesia merdeka yakni terciptanya tatanan masyarakat yang sejahtera adil dan makmur berdasarkan Pancasila,” ungkap Koordinator Umum Kelompok Cipayung DKI Jakarta Agung Tamtam Sanjaya.

Selain menyampaikan orasi, dalam aksi damai tersebut, massa juga menyanyian lagu dan puisi perjuangan sebagai refleksi 72 Tahun Kemerdekaan RI.

Lebih lanjut, Tamtam berharap sudah saatnya Indonesia kembali bangkit menjadi bangsa yang besar, bangsa yang disegani dan dihormati oleh bangsa-bangsa lainnya. Kata dia, syarat untuk itu adalah berdamai dengan diri sendiri, bangsa sendiri berdamai dengan setiap perbedaan sehingga kembali bisa bersatu padu membangun Indonesia yang besar Indonesia yang sejahtera.

“Kami sebagai mitra kritis Pemerintah juga menyoroti hal paling penting yakni penegakan hukum. Mafia hukum masih menjadi momok dan mengontrol dunia peradilan Indonesia. Hal itu terlihat dari masih banyaknya koruptor yang masih melenggang bebas,” jelasnya.

Tamtam melanjutkan persoalan lainnya adalah perbedaan. Perbedaan, kata dia, haruslah menjadi pendorong bagi bangsa Indonesia untuk menjadi maju untuk menuju Indonesia yang sejahtera.

“Musuh kita adalah bukan perbedaan. Akan tetapi musuh kita adalah korupsi yang telah membuat kesenjangan antara rakyat dengan Pemerintah. Korupsi adalah musuh kita bersama,” bebernya.

Lebih jauh, Tamtam menegaskan pihaknya akan terus mengawal pemerintahan Jokowi agar bisa menyelesaikan permasalahan dan PR yang belum terselesaikan.

“Kami mahasiswa akan mengawal pemerintahan ini. Masih ada masalah yang konkrit dan sangat kritis yaitu korupsi,” tandasnya.

Turut hadir massa Cipayung Plus lainnya yakni HMI, GMKI, PMKRI, Hikmah Budhhi, KMHDI, LMND, GMNI, GPII, HIMMAH, PERSIS, Perisai, PII.

Massa juga membawa spanduk bertuliskan “Refleksi Kemerdekaan” :
1. Berantas Mafia Hukum dan Politik
2. Selesaikan Kasus Mega Korupsi.