Kamerad: KPK Jangan Cuma Berhenti di Oknum BPK tapi Juga Sasar Petingginya

Jakarta – Komite Mahasiswa Pemuda untuk Reformasi dan Demokrasi (Kamerad) mendorong Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk berani lebih garang melanjutkan pemeriksaan ke tingkat lebih tinggi terkait dugaan suap yang melibatkan oknum Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (PDTT) dengan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

“KPK jangan berhenti di oknum BPK saja, tapi juga harus berani periksa Ketua BPK, Wakil Ketua BPK dan jajarannya agar tidak berdampak pada kinerja BPK itu sendiri,” ungkap Ketua Presidium Kamerad Haris Pertama, hari ini.

Lebih lanjut, Haris juga meminta KPK untuk menuntaskan skandal tersebut. Dirinya menyakini lembaga antirasuah untuk tidak takut menuntaskan pemeriksaan dan menyentuh pejabat elit di BPK.

“Jangan hanya selesai pada auditor BPK yang ditangkap dalam OTT saja, tapi juga colek Ketua BPK dan kroni kebawahnya,” sebutnya.

Lebih jauh, Haris mengatakan pihaknya menduga auditor BPK tidak bekerja atas inisiatif sendiri melainkan bisa jadi diperintahkan dan atau atas sepengetahuan atasannya. Oleh karenanya, lanjut dia, Kamerad mendesak KPK agar segera memeriksa dugaan keterlibatan Ketua dan anggota BPK didalam kasus ini.

“KPK harus profesional tuntaskan kasus itu. Jangan berhenti sampai oknum BPK saja tapi juga lacak pemain dibelakang layarnya,” sebutnya.

Dia berharap KPK mampu menjerat siapa pengendali utama oknum BPK tersebut demi terciptanya BPK yang bersih, independen, transparan dan dapat menyelamatkan uang rakyat.

“Jangan sampai uang rakyat terus-terusan disalahgunakan oleh oknum-oknum penyelenggara negara. Sekali lagi jangan berhenti disitu saja,” tandasnya.

Sebelumnya, penyidik KPK melakukan operasi tangkap tangan terkait dugaan suap yang melibatkan oknum Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (PDTT) dengan BPK. KPK juga menetapkan empat orang sebagai tersangka. Mereka adalah Inspektur Jenderal Kemendes Sugito, pejabat Eselon III Kemendes Jarot Budi Prabowo, pejabat Eselon I Badan Pemeriksa Keuangan Rachmadi Saptogiri, dan Auditor BPK Ali Sadli.