Aktivis 98 Apresiasi Kapolrestabes Surabaya Membangun Sinergitas

Surabaya – Jaringan Aktivis Reformasi Indonesia (Jari 98) mengapresiasi dengan pidato Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol. Muhammad Iqbal saat menjadi pembicara dalam seminar nasional yang mengusung tema toleransi umat beragama, kebhinekaan, dan keutuhan NKRI, di aula Fadjar Notonegoro, Fakultas Ekonomi Universitas Airlangga (Unair), Surabaya, Senin (3/4).

Pasalnya, dalam seminar itu hadir juga Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini (Risma), Ketua PC NU Surabaya Dr. Achmad Muhibbin Zuhri, Ketua Gereja Genta Kasih Indonesia Wilayah Jatim Pdt. Simon Filantropa, dan Ketua Gagas Nusantara Achmad Muas.

“Ditengah situasi saat ini yang semakin memanas upaya adu domba antar anak bangsa dan berpotensi adanya perpecahan. Jadi kami mengambil respon positif apa yang disampaikan Kapolrestabes Surabaya mengantisipasi kerawanan yang dikhawatirkan bergejolak lebih luas,” ungkap Ketua Presidium Jari 98 Willy Prakarsa, Sabtu (8/4).

Untuk diketahui, dalam seminar itu Kombes Muhammad Iqbal menekankan pentingnya menumbuhkan rasa memiliki, rasa mencintai, dan kebanggaan pada bumi pertiwi sebagai tempat berlindung sampai akhir menutup mata. Kesadaran seperti itu harus dibangun sejak anak-anak, remaja, dan terus dipupuk hingga dewasa. Jika kesadaran itu sudah terbangun, kata Iqbal, langkah selanjutnya adalah merajut rasa saling percaya antar elemen bangsa dan bagaimana membangun sinergitas dalam menjaga keutuhan NKRI.

Iqbal mencontohkan beberapa tantangan di tengah percaturan politik global yang berimbas pada situasi politik nasional. Suka tidak suka, ujarnya, Indonesia sudah terpengaruh oleh paham demokrasi liberal dimana pers dan setiap orang kini bebas mengemukakan pendapat hingga terkadang kebablasan, tak bisa membedakan lagi mana kritik dan mana yang menghujat.

Imbas globalisasi lainnya, menurut Kapolrestabes yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Humas Polda Metro Jaya ini, adalah masuknya paham radikal serta intolerasi dalam kehidupan beragama yang bisa menjadi ancaman terhadap keutuhan NKRI. Belum lagi ancaman terorisme dan serbuan narkoba yang merusak generasi muda dan peradaban.

Iqbal juga menyatakan bahwa cyber crime, hoax, dan berita-berita dengan konten provokatif yang marak belakangan ini, harus dilawan bersama karena bisa menjadi sumber disintegrasi bangsa.

“Luar biasa sekali, penyampaian Kapolrestabes ini sebagai reaksi kepekaannya yang proaktif dalam menjalankan tupoksinya dan implementasikan program promoter ditengah-tengah masyarakat Surabaya yakni melindungi, melayani, mengayomi masyarakat, serta melakukan penegakan hukum,” terang Willy.

Selain itu, Willy juga mengajak mahasiswa dan generasi muda untuk bersama-sama memerangi dan menangkal informasi hoax yang kini sudah beredar luas.

“Mahasiswa juga harus bisa bergandengan tangan, membangun sinergitas dalam mengatasi berbagai ancaman terhadap persatuan dan keutuhan NKRI. Dukungan masyarakat sangat diperlukan dalam hal ini,” tuturnya.

Willy berpesan agar semua pihak mengembangkan sikap toleran, merawat kebhinekaan yang ada, dan menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) demi kejayaan bangsa.

“Kita harus memanfaatkan perbedaan yang ada sebagai kekuatan, bukan memecah belah dan mundur ke belakang,” tandasnya.