Forum Komunikasi Ulama: Naif Sekali, Pembina Masjid Ini Dipecat Gara-Gara Dukung Ahok

Jakarta – Ketua Forum Komunikasi Ulama dan Masyarakat (Forkum) Gus Sholeh Mz mengaku geram dengan aksi pemecatan yang dialami Rasyidin Nawi, 68 tahun, dari jabatannya sebagai pembina Masjid Darussalam, di RT 06 RW 02 Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.

Pasalnya, Rasyidin mengatakan dia dipecat karena mendukung pasangan calon Gubernur-Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat.

“Pemecatan DKM masjid yang dilakukan ini sangat naif sekali hanya karena perbedaan pilihan politik saja, pak Rasyidin harus menerima perlakuan seperti itu,” ungkap Gus Sholeh, Senin (20/3).

Padahal, kata dia, DKM tidak memperoleh gaji justru kerja sosial untuk mencari amal sholeh. “Pak Rasyidin ini kan bekerja semata-mata hanya ingin mendapat ridho Allah SWT,” kata Gus Sholeh.

Dia melanjutkan hanya gara-gara perbedaan politik sampai melakukan pemecatan orang yang melakukan amal kebajikan itu termasuk sesuatu yang Munkar, karena dia sudah mencegah orang lain untuk melakukan amal kebaikan.

“Sesama anak bangsa bisa melihat mana-mana yang berhubungan dengan habluminallah dan habluminannas. Ini PR besar bagi bangsa kita yang mana banyak diantara kita umat Islam tidak banyak yang paham terhadap umat Islam itu sendiri,” bebernya.

Dikatakannya, hanya karena kepentingan sesaat, menghalalkan segala cara untuk memuaskan nafsu bejatnya itu. Dia mengajak sebagai anak bangsa berfikir waras serta berfikir sehat yang universal Pilgub ini memilih pemimpin dalam konteks administrasi negara bukan memilih wilayah daripada nilai-nilai keagamaan umat Islam khususnya umat agama lain umumnya.

“Yang waras ya yang ngalah sekarang, gak usah ngotot-ngototan,” tandasnya.

Rasyidin Dikenal Supel dengan Warga

Salah seorang tetangga (St) mengakui bahwa Rasyidin Nawi, 68 tahun awalnya dulu menjabat sebagai RW didaerahnya dan dia dipandang sebagai tokoh yang supel alias mudah bergaul.

Namun, dia juga menyayangkan setelah Rasyidin tidak menjabat sebagai RW, dan sebagai penggantinya dari Forum RT/RW Syarief Hidayatulloh, suasana menjadi berubah.

“Iya pak Rasyidin semua warga kenal beliau,” kata ibu itu.

Kata dia, saat ini Rasyidin sudah berpindah tempat tinggalnya di daerah Ciputat. Warga sebenarnya menyayangkan aksi pemecatan sepihak yang dilakukan orang-orang baru yang menguasai Masjid Darussalam itu.

“Saya dengar sich ada unsur pemaksaan agar menandatangani surat pengunduran diri,” kata dia.

Sementara itu, saat ingin dikonfirmasi di masjid Darussalamnya, salah satu petugas Marbot juga enggan menjawab berkaitan berita pemecatan tersebut. Dia hanya menyarankan agar konfirmasi langsung kepada Ketua RW nya.

“Konfirmasi saja langsung pak ke Pak RW. Saya tidak bisa kasih jawaban kalau soal itu,” tandasnya.

Saat dikunjungi dikediaman RW nya pintu rumah tertutup rapat, sehingga redaksi tidak bisa bertemu langsung terkait penjelasan pemecatan tersebut.