Ternyata, Video Viral Polwan Dipaksa Minta Maaf ke Ibu Hong Cin adalah Hoax, Ini Fakta Sebenarnya

Jakarta – Sebuah video seorang polwan yang sedang dimarahi, beredar di berbagai jejaring sosial, termasuk WhatsApp dan Facebook, dan menjadi viral. Sontak berbagai tanggapan pun beragam dari berbagai pihak, namun tidak bagi mantan petinggi Polri, Anton T. Digdoyo ini yang langsung meluruskan video viral yang seolah-olah, Polwan itu begitu patuh pada warga keturunan tersebut bahkan seakan tak berdaya.

“Saya sudah koordinasi dengan pimpinan-pimpinan Polri, menyatakan postingan tersebut hoax alias bohong,” jelas Anton, Sabtu (26/2).

Dia menjeaskan video berdurasi 1 menit 57 detik itu adalah tentang Bintara Siswi Sepolwan Angkatan 45 TA 2016/2017 yang sedang pendidikan. Bintara Siswi Polwan tersebut ditegur karena memanggil seniornya Polwan (Hong Cin) yang berdinas di Sumatera Barat dengan ucapan “Kamu dan Aku” tanpa menggunakan sebutan Ibu/Mba atau sebutan yang lazim antara yunior dan senior di kalangan TNI/Polri.

Pihak yang mendokumentasikan atau memvideokan juga adalah kakak letingnya yang kini dinas sebagai pengasuh di Sepolwan. Karena itu, dia menambahkan, Bintara Siswi Polwan tersebut bukan dimarahi.

“Bukan dihukum oleh warga Tionghoa. Tapi video tersebut justru nasehat senior-seniornya pada siswi Sepolwan tersebut,” ungkap Anton, yang juga penasihat Kapolri ini.

Pengurus MUI ini juga menjelaskan hasil pelacakan IT, video tersebut diviralkan oleh kelompok terrentu melalui Facebook untuk merusak citra Polri yang sedang dalam sorotan publik sangat tajam akhir-akhir ini.

“Untuk identitas admin yang memviralkan masih dalam pengembangan penyelidikan,” demikian Anton Digdoyo yang juga dosen tamu di berbagai perguruan tinggi tersebut.

Sementara situs tribratanews.polri.go.id, yang merupakan portal berita resmi yang dikelola oleh Polri, langsung meluruskan video tersebut. Dalam sebuah artikel tertanggal 24 Februari 2017, Hongcin ternyata adalah nama dari seorang polisi cantik yang bertugas di Polda Sumatera Barat.

Bripda HongchinBripda Hongcin bertugas sebagai staf Direktorat Sabhara Polda Sumbar.

Memang, sebagai orang kelahiran Sumbar, nama Hongcin jelas tak lazim.
Tapi, Bripda Hongcin menjelaskannya.

Ia menyebutkan bahwa namanya bersal dari kata Hongkong dan Cina. Nama tersebut diberi oleh ayahnya dikarenakan pada saat dirinya lahir pada hari Selasa tanggal 1 Juli 1997.
Hari itu, bertepatan dengan peristiwa kembalinya Hongkong ke Cina, setelah dijajah sekian lama oleh Inggris.

“Nama Hongcin berasal dari Hongkong Cina, karena hari dan tanggal lahir bertepatan dengan kembalinya Hongkong ke Cina stelah dijajah oleh Inggris”, ujar Bripda Hongcin kepada Tribratanews.polri.go.id.

Ia juga mengakui bahwa ada polwan yang dimarahi karena dirinya. Ia menceritakan, ada siswa bintara polwan yang ada di video tersebut tidak menunjukkan hirarki senioritas terhadap dirinya.

“Yang bersangkutan tidak ada hirarki, karena di institusi kepolisian harus memegang teguh hirarki antara junior dengan senior. Namun yang bersangkutan sudah ditegur dan sudah minta maaf”, aku Hongcin.