Seluruh Elemen Masyarakat Diimbau Tak Manfaatkan Situasi & Jangan Mudah Terhasut

Jakarta – Keluarga cipayung plus (PP PMKRI, PP PMII, PP GMKI, PP GMNI, KMHDI) memberikan apresiasi kepada Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH. Ma’ruf Amin yang telah memberikan contoh kepada seluruh rakyat Indonesia dengan saling maaf-memaafkan satu sama lain.

“Kami memberikan apresiasi kepada Ahok yang telah meminta maaf kepada Kyai Ma’ruf begitu juga sebaliknya Kyai Ma’ruf memberikan maaf kepada Ahok,” ungkap Sekertaris Jenderal GMNI Pius A Bria saat jumpa pers di restoran Handayani Matraman Jaktim hari ini.

Sementara itu, aktivis PP PMKRI Elmo Lodofikus Roy juga mengimbau kepada seluruh elemen masyarakat dan pihak manapun agar tidak memanfaatkan situasi yang sedang terjadi saat ini dan semua masyarakat Indonesia agar tidak mudah terpengaruh.

Aktivis PP KMHDI Putu Nova Gunawan juga mengajak kepada seluruh elemen masyarakat untuk tetap menjaga persatuan dan kesatuan bangsa sebagai modal dan syarat mutlak dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Mari jaga kesatuan dan persatuan kita. Jangan sampai ada suatu hal yang dapat memecah persatuan dan kesatuan kita,” ungkap Putu.

Kendati demikian, Aktivis Cipayung dari PB PMII Syahrul Abrori mengingatkan agar Ahok untuk tidak mengulangi lagi ucapan-ucapan yang dianggap tidak sesuai dengan kepribadian bangsa.

“Kami meminta saudara Basuki Tjahaja Purnama untuk tidak mengulangi lagi ucapan-ucapan dengan cara tersebut karena tidak bersesuaian dengan kepribadian bangsa yang menghormati orang tua,” ungkapnya.

Selain itu, Syahrul juga menyarankan agar Ahok tetap menjalin tali silaturrahmi yang lebih massif dengan Kyai Ma’ruf agar komunikasi tetap terjaga dengan baik.

Ditempat yang sama, aktivis Cipayung lainnya dari PP GMKI Ruben Frangky Darwin Oratmangun juga ikut menyesalkan dan menyayangkan cara penyampaian Ahok dalam persidangan kemarin yang dianggap tidak sesuai dengan budaya dan kepribdian bangsa Indonesia yang mempunyai tata cara dalam menyampaikan pendapat. Kata dia, ini menjadi catatan kritis dan penilaiannya dan hasil evaluasi.

“Ahok tidak memahami adanya etika dalam komunikasi. Padahal dalam menyampaikan pernyataan perlu adanya etika,” jelasnya.

Dia menambahkan bahwa permintaan maaf oleh Ahok sangat dinantikan publik dan pihaknya pun siap bekerjasama dengan elemen mahasiswa lainnya untuk menjaga persatuan.

“Etika dan tetap menjaga etika dan komunikasi adalah penting,” tandasnya.