Tribun Rakyat

Rusaknya Demokrasi Lantaran Politisi Tidak Paham Arti Berbangsa

Rusaknya Demokrasi Lantaran Politisi Tidak Paham Arti Berbangsa

Rusaknya Demokrasi Lantaran Politisi Tidak Paham Arti Berbangsa
December 17
01:32 2013

Jakarta, tribunrakyat.com – “Rusaknya demokrasi hari ini, lantaran para politisi tidak memahami arti berbangsa, keterpurukan bangsa ini adalah karena ketidaksanggupan pemerintah memahami hakikat demokrasi melalui pendiri bangsa ini”, demikian diungkapkan Dr. Yudi Latief dalam kuliah kenegaraan yang diselenggarakan di Rumah Pergerakan Indonesia di bilangan Duren Sawit Jakarta Timur Jumat (13/12) lalu.

Sekretariat ormas Perhimpunan Pergerakan Indonesia (PPI) yang digagas oleh Anas Urbaningrum, dipenuhi oleh sejumlah aktivis dan media yang meliput acara diskusi rutin tiap Jumat siang, dengan pembicara tunggal Dr. Yudi Latief.

Aktivis yang kritis terhadap pemerintah memeberikan kuliah kenegaraan dengan tema “Pesan Konstitusi tentang Demokrasi dan Kesejahteraan”. Menurutnya, demokrasi mensyaratkan adanya integrasi nasional yang benar. Demokrasi yang tepat yang majemuk untuk Indonesia ada di setiap butir Pancasila,
jantung demokrasi ekonomi adalah kooperatif, kebebasan dan kesetaraan.

“Demokrasi ideal adalah demokrasi yang dipandang secara kerakyatan dan diapit dengan sila persatuan serta berlandaskan dengan konteks Pancasila. Rapuhnya sistem kenegaraan Indonesia karena ulah negara dalam hal ini pemerintah yang tak mampu menyerap dan menangkap pesan positif warisan para pendiri bangsa (founding fathers),” katanya.

Yudi juga menegaskan, “Rusaknya demokrasi karena para pemangku kebijakan tanpa serius memahami keinginan masyarakat. Demokrasi hanya ditempatkan sebagai aktivitas yang berupa suksesi politik atau even pemilu. Tetapi, subtansinya tidak menempatkan pada kebutuhan masyarakat hari ini. Demokrasi tanpa menghasilkan kesejahteraan masyarakat.”

“Keterpurukan bangsa ini adalah ketidaksanggupan (pemerintah) memahami hakekat demokrasi melalui pendiri bangsa ini. Demokrasi ideal adalah demokrasi yang diperkuat nilai-nilai Pancasila. Dimana, founding fathers telah bersepakat secara bersama tentang ideologi itu. Oleh para para pemangku kepentingan (stakeholder), makna demokrasi semakin dikaburkan dengan liberalisasi demokrasi.”

“Negara gagal dalam memfasilitasi kebutuhan masyarakat. Demokrasi yang baik perlu ada integrasi nasional. Demokrasi hendaknya menjadi sarana bagi kesejahteraan sosial. Dengan kondisi ekonomi yang tak kunjung membaik, maka makna demokrasi kesejahteraan masih jauh dari harapan negara. Jadi semua saling berkaitan. Tidak ada yang kebetulan,” tutup Yudi. (St2013) (199)

Tags

Related Articles

0 Comments

No Comments Yet!

There are no comments at the moment, do you want to add one?

Write a comment

Write a Comment

Your email address will not be published.
Required fields are marked *

Kesepakatan Bersama

Jasa Fotografer

Calendar

December 2013
M T W T F S S
« Nov   Jan »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  

Kategori

Komentar