by

LBH Almisbat Laporkan Inisiator #2019GantiPresiden & Eks Jubir HTI ke Bareskrim

-Polhukam-456 views

JAKARTA – Lembaga Bantuan Hukum Aliansi Masyarakat Sipil untuk Indonesia Hebat (LBH Almisbat) mendatangi kantor Bareskrim Mabes Polri di gedung KKP di Jl Batu Nomor 7, Gambir, Jakarta Pusat.

Dalam kesempatan itu, mereka akan melaporkan dua orang yakni Deklarator 2019GantiPresiden Mardani Ali Sera dan eks Jubir Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Ismail Yusanto terkait dengan dugaan makar yang disampaikan melalui rekaman video yang telah viral di jagat dunia maya itu.

“Kami ini ingin laporkan dugaan makar terhadap Ismail Yusanto dan Mardani Ali Sera. Kita melihat di media sempat ada unggahan terkait dengan yang kita duga makar ini. Makanya kami laporan Ismail Yusanto dan Mardani ke mabes (bareskrim),” kata pelapor, Komaruddin di kantor Bareskrim Mabes Polri, Jakarta Pusat, Rabu (12/9/2018).

Dugaan makar yang dimaksud Komaruddin adalah statemen Ismail Yusanto yang menyebut Ganti Sistem saat mengiringi statemen Mardani Ali Sera dengan kata 2019 Ganti Presiden. Dimana menurut pengacara publik LBH Almisbat bahwa keduanya tampak kompak dan saling mengamini statemen 2019 ganti presiden dan ganti sistem itu. Sementara sistem yang dijalankan Negara Indonesia sudah final yakni Pancasila dan UUD 1945.

“Bentuk makarnya kita lihat sebuah unggahan itu ada perkataan Ismail Yusanto terkait dengan 2019 ganti presiden dan ganti sistem. Ganti sistem yang kita pahami, bahwa yang ada di Indonesia kita sudah baku harus sesuai dengan UUD 1945 dan Pancasila. Artinya harus diganti seperti sistem apalagi. Makanya kita datang kemari untuk melaporkan itu,” tegasnya.

Dalam kesempatan yang sama, salah satu pengacara publik LBH Almisbat lainnya, Sanggam Indra mengatakan bahwa pelanggaran yang diduga dilakukan Mardani Ali Sera dan Ismail Yusanto adalah pidana KUHP.

“Menurut kami, yang dilanggar itu pasal 107 KUHP. Barang siapa dengan sengaja ingin menggulingkan pemerintahan dapat diancam pidana maksimal 15 tahun penjara,” tutur Sanggam.

Sementara untuk melaporkan kedua tokoh tersebut, pihaknya membawa barang bukti sebuah remakan video yang didapatnya dari sosial media.

“Barang buktinya kurang lebih rekaman video bahwa di situ tertera jelas mereka ingin mengganti sistem bukan hanya presiden. Untuk sementara ini kita bawa satu dulu,” terang Sanggam.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed